Penarikan Paksa Objek Jaminan oleh Perusahaan Pembiayaan: Rekonstruksi Batas antara Eksekusi Jaminan Fidusia dan Pertanggungjawaban Pidana
Forcible Repossession of Collateral by Financing Companies: Reconstructing the Boundary between Fiduciary Security Execution and Criminal Liability
DOI:
https://doi.org/10.59896/gara.v20i3.821Keywords:
fiduciary security, enforcement, forced withdrawal, debt collector, default, criminal liabilityAbstract
This study aims to examine the legal boundaries of financing companies’ authority to enforce fiduciary collateral and to formulate juridical parameters for distinguishing lawful enforcement from conduct that may give rise to criminal liability. This study employs normative legal research using statutory, conceptual, case, and analytical approaches. Legal materials are analyzed prescriptively to formulate an appropriate legal construction concerning the relationship between default, fiduciary collateral enforcement, and criminal liability. The findings demonstrate that the right of enforcement does not constitute an unrestricted right to take or seize fiduciary collateral. The legality of enforcement is determined by the existence of a legal basis, an established and legally accountable default, compliance with the applicable enforcement procedures, and the manner in which possession of the collateral is obtained. This study proposes a three-layer legal assessment model, consisting of: first, an assessment of the legal basis for enforcement; second, an assessment of procedural compliance; and third, an assessment of the method used to obtain possession of the collateral. Where the collateral is obtained through violence, threats, deception, or unlawful possession, such conduct must be independently examined under the relevant criminal provisions. Accordingly, payment arrears cannot serve as the sole basis for legitimizing the forced withdrawal of fiduciary collateral. This reconstruction emphasizes that financing companies have the right to obtain repayment through lawful enforcement mechanisms, but do not possess an unrestricted right to seize collateral or employ coercive measures beyond the limits prescribed by law.
References
Fuady, Munir. (2003). Jaminan Fidusia. Bandung: Citra Aditya Bakti
HS, Salim. (2004). Perkembangan Hukum Jaminan di Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada
Kamelo, Tan. (2006). Hukum Jaminan Fidusia: Suatu Kebutuhan yang Didambakan, Sejarah, Perkembangannya dan Pelaksanaannya dalam Praktik Bank dan Pengadilan. Bandung: Alumni
Karelina, Natalia, Lastuti Abubakar, dan Tri Handayani. (2022). “Implikasi Hukum Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 dan Penegasannya dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 2/PUU-XIX/2021 terhadap Eksekusi Jaminan Fidusia dan Perumusan Klausula Perjanjian.” Acta Diurnal Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan 5, no. 2 (2022): 187–201. DOI: 10.23920/acta.v5i2.738.
Lamintang, P.A.F. dan Theo Lamintang. (2009). Delik-Delik Khusus: Kejahatan terhadap Harta Kekayaan. Jakarta: Sinar Grafika
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Nomor 18/PUU-XVII/2019.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Putusan Nomor 2/PUU-XIX/2021.
Marzuki, Peter Mahmud. (2010). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Moeljatno. (2008). Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Rineka Cipta, 2008.
Muhammad Fajar Riswan, Sufirman Rahman, dan Muhammad Azham Ilham. (2026). “Batas Legalitas Penarikan Kendaraan Fidusia Oleh Debt Collector di Makassar,” Legal Dialogica 1, No. 2 (2026).
Otoritas Jasa Keuangan. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan.
Otoritas Jasa Keuangan. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 46 Tahun 2024 tentang Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, dan Perusahaan Modal Ventura.
Republik Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3889.
Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Riskawati, Shanti. (2021). “Rasio Decidendi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 dan Perubahan Konstruksi Norma Eksekusi dan Wanprestasi dalam Sistem Hukum Indonesia.” Acta Diurnal Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan 5, no. 1 (2021). DOI: 10.23920/acta.v5i1.613. https://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/acta/article/view/613?utm_source=chatgpt.com
Riswan, Muhammad Fajar, Sufirman Rahman, dan Muhammad Azham Ilham. (2026). “Batas Legalitas Penarikan Kendaraan Fidusia oleh Debt Collector di Makassar.” Legal Dialogica 1, no. 2 (2026). https://jurnal.fh.umi.ac.id/index.php/legal/article/view/2339?utm_source=chatgpt.com
Rumawi, Udiyo Basuki, Mellisa Towadi, dan Supianto. (2022). “Parate Executie dalam Fidusia Menurut Ratio Decidendi Putusan Mahkamah Konstitusi.” Jurnal Konstitusi 19, no. 3 (2022): 554–577. https://jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/1933?utm_source=chatgpt.com
Salvia, Merva Putri, dan Luh Putu Yeyen Karista Putri. (2024). “Constitutionality of the Execution of Fiduciary Guarantees within the Framework of Consumer Rights Protection: Konstitusionalitas Eksekusi Jaminan Fidusia dalam Kerangka Perlindungan Hak Konsumen.” Jurnal Konstitusi 21, no. 2 (2024): 275–291. DOI: 10.31078/jk2127. https://jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/2421?utm_source=chatgpt.com
Satrio, J. (2002). Hukum Jaminan Hak Jaminan Kebendaan Fidusia. Bandung: Citra Aditya Bakti
Subekti, R. (1987). Hukum Perjanjian. Jakarta: Intermasa
Sudarto. (1990). Hukum Pidana I. Semarang: Yayasan Sudarto Fakultas Hukum Universitas Diponegoro
Wulandari, Esca Sariayu, Ridwan, dan Achmad Syarifuddin. (2020). “Penarikan Secara Paksa Objek Jaminan Fidusia dalam Hubungan Perlindungan Angsuran Kredit Debitur.” Repertorium: Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan 9, no. 1 (2020): 59–70. DOI: 10.28946/rpt.v9i1.368. https://journal.fh.unsri.ac.id/index.php/repertorium/article/view/368?utm_source=chatgpt.com
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syaifullah Syaifullah, Imam Sofyan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

















